Minggu, 23 September 2018

Dana PLN untuk jaga ASIAN Games


Asian Games adalah acara bergengsi yang diorganizir oleh Olympic Council of Asia, dengan edisi ke-18 yang digelar di Jakarta - Palembang pada 2018. Perlu diketahui Asian Games awalnya merupakan ajang olahraga kecil di Asia. Asian Games pertama kali digelar pada 1951 di New Delhi, ibu kota India. Dan negara – negara di Asia pun sepakat bahwa Asian Games akan diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Olympic Council of Asia (OCA) resmi mengawasi penyelenggaraan Asian Games. Banyak orang yang salah mengira bahwa Asian Games sama dengan SEA Games, padahal dua event ini jelas berbeda. Memang sekilas, kedua acara itu terdengar sama. Namun tentu saja ada perbedaan antara SEA Games dan Asian Games. SEA Games adalah singkatan dari South East Asian Games. Jadi, pesertanya hanya negara-negara di Asia Tenggara. Sedangkan Asian Games, pesertanya adalah negara-negara di seluruh benua Asia. Bisa dikatakan, ASIAN Games adalah agenda yang lebih besar dari SEA Games. Selain itu juga SEA Games diadakan setiap dua tahun sekali, sedangkan Asian Games diadakan setiap empat tahun sekali. Meski berbeda, kedua acara ini punya tujuan yang sama, yakni mempererat hubungan antar negara.


Asian Games yang diadakan di Indonesia kemarin tentu saja hal yang membanggakan, bisa dilihat bahwa Indonesia sukses mengelar event 4 tahun sekali ini, semua pertandingan dalam cabang olahraga yang berbeda, dapat dinikmati tanpa ada ganguan. Walaupun masih ada sedikit kendala tapi intinya Indonesia sanggup menjadi tuan rumah yang baik bagi ajang ini. Pada segi suplai listrik untuk Asian games terbukti komitmen PLN untuk menjaga pasokan listrik untuk Asian Games. PLN telah menggelontorkan Rp 8,4 triliun jaga pasokan listrik asian games. Selain itu PLN juga menyiagakan sebanyak 35.000 personel khususnya untuk menjaga pasokan listrik di Asian Games 2018. Personel disiapkan untuk mengamankan 37 venue dan Wisma Atlet. Dengan itu PLN berani menjamin tidak ada pemadaman selama perhelatan Asian Games berjalan. Dari sisi kesiapan teknis pasokan listrik, PLN telah mengecek seluruh peralatan secara maksimal. Persiapan sudah dilakukan dengan baik dari persiapan infrastruktur pembangkit, transmisi hingga gardu induk sehingga kehandalan pasokan terjamin, dana sebesar Rp8,4 triliun tersebut adalah untuk membangun pembangkit dan transmisi di Palembang dan Jawa Barat sebesar Rp5,7 triliun, sedangkan di DKI Jakarta dan Banten dikucurkan anggaran sebesar Rp2,7 triliun. 


PLN sebelumnya telah merinci kebutuhan pasokan listrik Asian Games, yaitu sebesar 3.400 megawatt (MW), sedangkan cadangan kapasitas listrik di Jawa Bali mencapai 10.000 MW dengan beban puncak 25.000 MW. Disamping itu, PLN juga tetap menjaga pasokan listrik perkantoran, industri dan lainnya. Intinya pasokan listrik Jakarta tetap di jaga dan tidak ada pemadaman. Selain itu backup unit dan additional power di masing-masing venue juga ditam,bahkan, dan melakukan penambahan daya dengan memasang 39 buah power bank berkapasitas 21,6 MVA, setiap venue Asian Games juga telah disiapkan lima unit motor listrik untuk di pakai operasional Indonesia Asian Games 2018 untuk keperluan operasional Asian Games. Perlu diketahui juga bahwa saat acara Asian Games semua kegiatan pemeliharaan, pekerjaan konstruksi diberhentikan‎, agar tidak mengganggu kelancaran pasokan listrik saat Asian Games berlangsung. Setiap venue ada posko dan piket dijaga oleh teknisi selama 24 jam dengan 3 shift dan termasuk posko mobile. Namun keberhasilan Asian Games 2018 yang dihelat di Jakarta dan Palembang bukan saja berhasil, berkat dukungan dari PT PLN (Persero), tapi juga dari masyakarat Indonesia yang turut menikmati Asian Games kemarin.





Selasa, 24 April 2018

Listrik Pintar


Di Indonesia, masalah penyediaan & layanan listrik untuk masyarakat dipegang sepenuhnya oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara). PLN sudah berusaha untuk melakukan pengembangan di berbagai bidang kelistrikan untuk menyediakan pasokan listrik yang seimbang dengan kebutuhan masyarakat walaupun tak jarang menemui berbagai kesulitan. Dari waktu ke waktu, PLN juga melakukan banyak inovasi agar masyarakat semakin nyaman dan merasakan kehidupan yang lebih baik sehubungan dengan pemanfaatan listrik di rumah masing-masing. Jika selama ini kita difasilitasi PLN untuk memanfaatkan energi listrik dulu baru bayarnya belakangan melalui listrik pascabayar, sekarang kita difasilitasi dengan layanan baru yang lebih praktis & efektif dimana biayanya bisa kita beli dalam bentuk pulsa, yaitu listrik Pintar.


Inovasi PLN yang satu ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Antusias masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia terlihat sejak listrik pintar ini disosialisasikan. Saat menggunakan listrik pintar, pelanggan harus membeli pulsa dulu untuk konsumsi energi listrik sesuai kebutuhannya. Besar energi listrik yang telah dibeli oleh pelanggan dimasukkan ke dalam Meter Prabayar (MPB) yang terpasang di lokasi Pelanggan melalui sistem ‘token’ (pulsa) atau stroom. Hingga kini, produk layanan ini sudah tersebar ke seluruh pelosok masyarakat dimana kebanyakan berasal dari Jawa Bali, Indonesia Timur dan Sumatera.


Innovasi ini diistilahkan listrik pintar karena kita bisa mengatur pengeluaran listrik, dengan pengecekan berkala dan berharap listrik dapat seefisien mungkin dalam penggunaannya. Namun tidak semua menggunakan listrik prabayar, terutama bagi pelanggan lama PLN, yang kebanyakan masih menggunakan listrik pascabayar. Dan untuk instalasi listrik baru sudah langsung dapat menggunakan listrik pintar atau listrik prabayar ini. Saat ini pembelian Pulsa Listrik (voucher) Pintar sudah bisa didapatkan di lebih dari 30.000 ATM di seluruh Indonesia. Selain itu bisa juga didapatkan di loket pembayaran listrik online. Nilai listrik isi ulang yang dijual di ATM atau Payment Point sebesar : Rp 20.000,-, Rp 50.000,-, Rp 100.000,-, Rp 250.000,-, Rp 500,000,- dan Rp 1.000.000,-


Untuk tambahan info, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan Listrik Pintar / Listrik Prabayar
·         Pelanggan bisa mengontrol pemakaian listrik setiap hari.

·         Pemakaian listrik dapat disesuaikan dengan anggaran belanja.

·         Tidak akan terkena biaya keterlambatan.

·         Jaringan luas pembelian listrik isi ulang, bisa dibeli di loket pembayaran listrik online.

·         Tepat digunakan bagi Anda yang memiliki usaha rumah kontrakan atau kamar sewa (kos).

·         Tidak akan terjadi kesalahan pencatatan meteran listrik oleh petugas.

·         Sistem rahasia, 20 angka digit pulsa listrik hanya bisa diisi ke meteran listrik sendiri, tidak bisa diisikan ke meteran lain.

Kekurangan Listrik Pintar / Listrik Prabayar

·         Jika pulsa listrik habis di waktu yang tidak terduga Anda harus siap voucher cadangan, Bisa saja saat membutuhkan listrik pulsa habis dan listriknya mati. Tetapi ada alarm pemberitahuan ketika listrik tinggal 10 kwh.

·         Sering bermasalah saat akan mengisi ataupun membeli, banyak kasus jaringan internet sedang down, maka Anda harus menunggu sementara listrik di rumah Anda sudah mati.

·         Meteran lebih sensitif dan mudah rusak.

Sedangkan untuk biaya pasang baru Listrik Prabayar bisa dilihat dibawah ini;

Pengajuan permohonan sambungan baru dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :

a) Datang langsung ke Kantor Pelayanan PLN terdekat dengan domisili/lokasi bangunan yang akan disambung listriknya dengan membawa :

·         Fotocopy kartu identitas pemilik/pengguna bangunan (KTP/SIM) yang masih berlaku.
·         Denah/peta lokasi bangunan (diperlukan untuk memudahkan dalam proses survey lapangan)
·         Surat Kuasa bila pengajuan permohonan diwakilkan
·         Membayar Biaya Penyambungan

b) Pengajuan permohonan sambungan baru juga dapat dilakukan melalui saluran telepon Call Center PLN 123

Setelah persyaratan diatas dipenuhi, tahapan berikutnya adalah :

·         Pemberkasan administrasi permohonan sambungan baru,

·         Survey lapangan untuk mengetahui secara persis kondisi kelistrikan dilapangan (kondisi teknis, jarak dengan tiang terdekat, jarak dengan trafo terdekat, dan informasi teknis lainnya).

·         Calon pelanggan menyelesaikan proses admistrasi di Kantor PLN. Proses pembayaran biaya penyambungan hanya dapat dilakukan di Kantor PLN dan atau melalui Bank yang ditunjuk.

·         Menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

PLN akan melakukan penyambungan listrik ke bangunan pelanggan, setelah seluruh proses administrasi terselesaikan dan secara teknis sudah dapat dilakukan penyambungan
Perhatian :

·         PLN tidak memiliki kewenangan terhadap instalasi listrik di dalam bangunan milik pelanggan, sebab instalasi listrik tersebut milik pelanggan.

·         Pelanggan menentukan sendiri Perusahaan Instalatur yang akan membangun instlasi listrik di bangunan miliknya.

·         PLN tidak memilik kewenangan yang terkait dengan segala ketentuan tentang instalasi listrik.



Kamis, 28 Desember 2017

Instalasi Listrik Crane


       Sejarah crane dimulai pada tahun 1830-an awalnya crane pertama kali di pelopori dari negara German (Demag Cranes & Komponen Corp) dengan tenaga Uap, dan pada tahun 1840-an perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan pertama di dunia yang memulai untuk memproduksi crane secara massal untuk di pasarkan di dunia industri. Kemudian pada tahun 1876 seorang Insinyur dari yang bernama Sampson Moore berasal dari Inggris kota Liverpool, merancang dan memproduksi overhead crane pertama dengan sumber daya tenaga jaringan listrik di dunia. Dan pada saat itu di gunakan oleh militer Inggris untuk mengangkat senjata di Gun Pabrik Royal Arsenal dalam kerajaan Woolwich di London. Sejak saat itu, Alliance Mesin merupakan salah satu crane di pasar Amerika Serikat sampai kira-kira pada tahun 1980, dan saat ini sudah di musiumkan di Birmingham, Alabama. The Overhead Alliance adalah sebuah kelompok yang mewakili Crane Manufacture Association of America (CMAA), Hoist Manufacture Institute (HMI) dan Manufacture Monorail Association (MMA). Selama bertahun-tahun evolusi telah berkembang yang pada awalnya masih menggunakan rantai sebagai alat media penariknya sekarang sudah berkembang dengan menggunakan kawat baja, yang mempunyai kekuatan dan kelenturan yang lebih dibandingkan dengan rantai. Dan hingga saat ini penyempurnaan struktur dan kekuatan tali baja, sehingga dapat lebih kuat dan lebih tahan korosif terhadap suhu, cuaca dan asam laut, sehingga pada crane nantinya dapat di gunakan di segala medan dan kondisi.




        Perkembangan ilmu pengetahuan akhirnya berefek pada segala hal. Tak terkecuali crane, yang pada awalnya diatas menggunakan tenaga manusia atau masih manual. Sekarang crane menggunakan tenaga listrik. Karena crane merupakan mesin yang dioperasikan menggunakan motor listrik, dan memiliki instalasi listrik crane tersendiri. Dalam kerjanya mesin crane menggunakan tiga motor, ketiga motor tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Motor pertama untuk mengangkat beban, motor kedua untuk berjalan, dan motor ketiga untuk berjalan dalam rel. Daya listrik setiap motor tergantung dari daya beban. Motor yang digunakan dalam sistem mesin crane ini biasanya adalah motor dahlander. Karena pertimbangannya adalah karena motor dahlander ini dapat diatur kecepatannya dengan mengubah hubungan kumparan yang terdapat dalam motor tersebut. Sesuai dengan kinerja dari mesin crane ini yang juga membutuhkan kecepatan yang berubah-berubah pada kondisi tertentu. Crane merupakan kendaraan alat berat. Kendaraan alat berat merupakan kendaraan yang digunakan untuk membantu memudahkan manusia dalam melakukan berbagai pekerjaan berat dalam jumlah yang besar, sehingga hasilyang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dan efisien dengan waktu yang relatif singkat. Kendaraan alat berat merupakan faktor penting dalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar, seperti misalnya pekerjaan pengerukan, penggalian, penimbunan, perataan, pemadatan, pengangkatan, pemindahan, pengangkutan, pembongkaran dan sebagainya.

          Sebenarnya banyak kendaraan alat berat, tidak hanya crane. Dan hampir sama dengan instalasi listrik crane, sistem kelistrikan kendaraan alat berat, biasanya akan membahas mengenai sistem stater (motor starter) dan sistem pengisian (alternator). Jenis-jenis kendaraan alat berat yang telah beredar di lapangan dan banyak digunakan untuk pekerjaan tersebut antara lain adalah Forklift, Dozer, Loader, Excavator (back-hoe, front shovel, dragline dan clamshell), Roller (tamping roller, smooth-wheel roller, pneumatic-tired roller, vibrating compactor), Crane (crawler crane, tower crane), Scraper, Grader, Log Loader, Skid Steer Loader, Grapple Skidder, Dump Truck (articulated dump truck, off highway dump truck, rear dump truck) dan lain-lain. Sistem kelistrikan, khususnya motor starter (starting sistem) dan alternator (charger sistem) pada kendaraan alat berat merupakan sistem yang sangat vital. Kembali pada crane, penggunaan mesin crane ini biasanya digunakan pada industri-industri besar dan pada proyek-proyek dengan beban mekanik yang memiliki berat lebih dari 1000kg. Mesin crane ini memiliki beberapa jenis diantaranya, mesin crane gantung berjalan, mesin crane tower, mesin crane derek, dll. Pada hakekatnya crane sendiri merupakan mesin yang berfungsi untuk memindahkan barang atau beban dari satu ruangan atau tempat ke ruangan lain yang dilengkapi dengan kerekan untuk mengangkat beban tersebut. Dari semua jenis mesin crane yang ada pada dasarnya memiliki fungsi dan prinsip kerja yang sama, hal yang membedakan dari semua jenis tersebut adalah bentuk fisik dan penempatan penggunaannya. Mesin Crane banyak digunakan untuk pengangkat barang terutama di industri, dan menggunakan pengendalian instalasi motor listrik 3 fasa untuk aplikasi mesin crane.





Minggu, 17 Desember 2017

Jaringan Listrik 1 Phase Adalah



Kata phase itu sebenarnya sama dengan arus listrik positif. Kata fase (phase) dari pertanyaan “Berapa fase listrik di rumah anda?”, pada dasarnya mengacu pada pengertian berapa jumlah arus listrik positif yang terpasang di rumah. Pertanyaan demikian, telah mengundang kerancuan arti kata “fase” itu sendiri dalam kalimat pertanyaan tersebut. Banyak awam mengartikannya sebagai sebuah bentuk instalasi dari aliran listrik yang terpasang seutuhnya, bukan hanya arus listrik “positif” saja. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa kata fase / phase sebagai sebuah aliran listrik yang terdiri dari arus positif, netral dan arde. Kerancuan istilah fase / phase tersebut bertambah luas karena tidak ada pemahaman sejauh mana pemakaian istilah phase itu berlaku. Apakah hanya sebatas instalasi listrik yang dikerjakan oleh PLN dari kabel tiang listrik ke meteran di rumah? Atau, berlaku juga pada instalasi jaringan kabel di dalam rumah?. Istilah phase itu sendiri yang seutuhnya adalah arus listrik “positif” saja. Tidak ada embel-embel arus netral maupun arde. Di bawah ini, saya mencoba mendeskripsikan ruang lingkup pengertian pemakaian istilah phase pada sebuah instalasi listrik dengan menggunakan sebutan phase-input dan phase-output.

Pada dasarnya dari pihak PLN sendiri, menyediakan jasa pemasangan instalasi listrik mulai dari 1 hingga 3 phase. Semakin banyak jumlah phase yang dipasang pada sebuah instalasi listrik, semakin besar daya yang di distribusikan. Dalam penerapan-nya, instalasi listrik yang dipasang untuk kebutuhan bangunan rumah tinggal memiliki jumlah phase sebanyak satu (satu phase). Sedangkan, untuk kebutuhan bangunan industri memiliki jumlah phase sebanyak tiga (tiga phase). Apa yang menyebabkan sektor industri membutuhkan instalasi listrik tiga phase, saya tidak mengetahuinya. Mungkin guna memenuhi kebutuhan pengoperasian mesin-mesin industri di dalamnya.Untuk kebutuhan rumah tinggal, besaran daya listrik (Watt) tertinggi 1 (satu) phase yang sering saya temukan adalah 6600 Watt. Mungkin ada yang melebihi dari angka tersebut, saya kurang mengetahui batasan akhir besaran daya listrik per 1 phase.
Jadi, pemahaman istilah phase pada instalasi listrik yang dipasang oleh PLN dapat dikatakan sebagai pengadaan arus listrik positif oleh pihak PLN pada sebuah bangunan.

Arus listrik negatif, sudah tentu disertakan juga setiap kali instalasi listrik dilakukan. Namun, jumlah pengadaan arus negatif ini tidak selalu harus sama dengan jumlah arus positif-nya. Misalnya, instalasi listrik pada bangunan industri yang memerlukan 3 arus listrik positif, tidak harus disertai dengan 3 arus listrik negatif. Tiga arus positif yang terpasang bisa di akomodasi hanya dengan menggunakan satu arus negatif saja. Terlepas dari instalasi listrik 3 phase dengan 1 arus negatif pada bangunan industri, instalasi jaringan listrik di satu rumah berkapasitas 900 VA dimana tertulis kalimat “fase tunggal dua kawat” di unit meteran-nya, dapat diartikan sebagai : pengadaan satu jalur arus listrik positif berdaya 900 VA yang di distribusikan menggunakan dua kawat tembaga. Tentu saja salah satu dari kedua kawat tembaga tersebut bermuatan arus listrik negatif. Instalasi listrik satu phase-input dari PLN yang terpasang di bangunan rumah tinggal akan menghasilkan keluaran satu phase juga (satu arus positif). Namun demikian, jika kita hendak menggunakan lebih dari satu arus positif di dalam rumah (mis. bangunan bertingkat), keluaran satu arus positif ini dapat dipecah menjadi beberapa arus positif. Caranya dengan menggunakan beberapa unit MCB yang dikumpulkan dalam satu kotak dinamakan box MCB. Beberapa unit MCB ini dihubungkan satu dengan lainnya menggunakan potongan kawat tembaga. Kemudian, salah satu dari unit MCB tersebut dihubungkan dengan arus positif yang terdapat pada kabel keluaran meteran PLN. Maka, arus listrik positif akan mengalir ke setiap unit MCB melalui perantaraan potongan kawat tembaga yang terhubung di setiap MCB. Dengan demikian, setiap unit MCB akan memiliki keluaran arus positif berdasarkan kapasitas yang dimiliki oleh setiap unit MCB itu sendiri.

Misalnya, besaran arus positif pada meteran PLN sebesar 4400 VA hendak dipecah menjadi dua keluaran arus positif yang masing-masing berdaya 2200 VA. Maka, dibutuhkan dua unit MCB berkapasitas masing-masing 10 Ampere yang nantinya terpasang dalam box MCB. Lubang input daya dari kedua unit MCB tersebut dihubungkan dengan potongan kawat tembaga. Kemudian, kawat tembaga bermuatan arus positif dari kabel keluaran meteran PLN dimasukkan ke lubang input daya dari salah satu unit MCB tersebut. Dengan demikian, setiap unit MCB akan menghasilkan keluaran arus positif masing-masing sebesar 2200 VA. Seperti itulah pemahaman dari istilah phase-output yang saya maksudkan, yaitu arus listrik positif keluaran dari meteran PLN sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Apakah nantinya arus listrik positif ini akan dipecah atau tidak menggunakan perantaraan unit MCB, saya tetap mengartikannya sebagai phase-output. Jika tidak dipecah tetap disebut “satu phase”. Jika di pecah menjadi dua, maka akan menjadi “dua phase”. Jika dipecah tiga, akan menjadi “tiga phase”. Demikian seterusnya.

Di dalam jaringan listrik ada 2 sistem jaringan : jaringan 1 fasa dan jaringan 3 fasa. Jaringan listrik 1 phase adalah jaringan listrik yang biasa di sebut juga JTR ( jaringan tegangan rendah ) jaringan ini hanya melayani rumah rumah sajadan tegangan yang melalu ini hanya 220 Volt teganagn ini untuk tegangan rumah rumahsaja. Jaringan 3 fasa atau sebut saja JTM (Jaringan tegangan menengah) jaringan ini menampungbeban tinggi dan untuk pengaliran tegangan saja. Di negara-negara yang menggunakan sistem 120 V seperti amerika serikat sistem bekalan listrik tenaga fasa digunakan. Transformer tempatan disambungkan ke talian voltan tinggi serta tiga talian voltan rendah untuk kegunaan pengguna rumah – wayar ketiga disambungkan ke titik tengah lilitan sekunder dan bertindak sebagai wayar neutral. Oleh itu, sistem tersebut membekalkan voltan sebanyak 120 V bagi sambungan fasa ke neutral dan 240 V bagi sambungan fasa ke fasa.

Jaringan listrik 1 Phase adalah jaringan listrik yang hanya menggunakan 2 kawat penghantar yang kesatu sebagai kawat phase (L) dan yang kedua sebagai kawat neutral (N).  Umumnya listrik 1 phase bertegangan 220-240 volt yang digunakan banyak orang. Biasanya listrik 1 phase digunakan untuk listrik perumahan, namun listrik PLN di jalanan itu memiliki 3 phase, tetapi yang masuk ke rumah kita hanya 1 phase karena kita tidak memerlukan daya besar dan untuk peralatan dirumah kita hanya menggunakan listik 1 phase dengan 220-240 volt. Misalnya yang ke rumah kita adalah Phase R, tetangga kita mungkin Phase S, dan tetangga yang lain Phase T. Kegunaan listrik 1 fasa biasanya digunakan oleh pengguna domestik serta premis-premis perniagaan kecil. Walau bagaimanapun, terdapat juga rumah-rumah yang menggunakan sistem bekalan listrik 1 fasa.

Senin, 11 Desember 2017

Jaringan Listrik Primer



Sebelum memberi penjelasan tentang jaringan listrik primer, ada baiknya saya menjelaskan didtem distribusi listrik, awalnya tenaga listrik dihasilkan di pusat – pusat pembangkit listrik seperti PLTA, PLTU, PLTG, PLTGU, PLTP dan PLTD dengan tegangan yang biasanya merupakan tegangan menengah 20 kV. Pada umumnya pusat pembangkit tenaga listrik berada jauh dari pengguna tenaga listrik, Untuk mentransmisikan tenaga listrik dari pembangkit ini, maka diperlukan penggunaan saluran tegangan tinggi 150/70 kV (STT), atau saluran tegangan ekstra tinggi 500 kV (STET). Tegangan yang lebih tinggi ini diperoleh dengan transformator penaik tegangan (step up transformator). Pemakaian tegangan tinggi ini diperlukan untuk berbagai alasan efisiensi, antara lain, penggunaan penampang penghantar menjadi efisien, karena arus yang mengalir akan menjadi lebih kecil, ketika tegangan tinggi diterapkan. Setelah saluran transmisi mendekati pusat pemakaian tenaga listrik, yang dapat merupakan suatu daerah industri atau suatu kota, tegangan melalui gardu induk (GI) diturunkan menjadi tegangan menengah (TM) 20kV. Setiap GI sesungguhnya merupakan Pusat Beban untuk suatu daerah pelanggan tertentu, bebannya berubah-rubah sepanjang waktu sehingga daya yang dibangkitkan dalam pusat-pusat Listrik harus selalu berubah.

Perubahan daya yang dilakukan di pusat pembangkit ini bertujuan untuk mempertahankan tenaga listrik tetap pada frekuensi 60 Hz. Proses perubahan ini dikoordinasikan dengan Pusat Pengaturan Beban (P3B). Tegangan menengah dari GI ini melalui saluran distribusi primer disalurkan ke gardu – gardu distribusi (GD) atau pemakai tegangan menengah. Dari saluran distribusi primer, tegangan menengah (TM) diturunkan menjadi tegangan rendah (TR) 220/380 V melalui gardu distribusi (GD). Tegangan rendah dari gardu distribusi disalurkan melalui saluran tegangan rendah ke konsumen tegangan rendah (Sakti, 2008:4) Sistem tenaga listrik secara umum dibagi menjadi empat bagian utama, diantaranya: - Pembangkitan - Saluran transmisi - Distribusi - Instalasi Pembangkitan: - Generator-generator dan prime mover - Tegangan yang dibangkitkan 3-13 kV - Peralatan pengatur tegangan dan frekuensi - Transformator tegangan tinggi Saluran transmisi: - Saluran-saluran transmisi tegangan tinggi (isolator, arrester) - Tegangan 70-150 kV ( tegangan tinggi ) dan 500 kV ( tegangan extra tinggi ) - Transformator pengatur daya aktif dan reaktif Distribusi: - Saluran yang menghubungkan ke beban - Tegangan 11-33 kV - Transformator-transformator gardu dan tiang Instalasi: - Saluran beban terhubung je peralatan - Tegangan 110-400 V - Beban-beban listrik (motor, trafo, peralatan listrik, dll)

Bagian-bagian Sistem Distribusi Listrik

1.Jaringan Subtransmisi
Jaringan subtransmisi berfungsi menyalurkan daya listrik dari sumber daya besar menuju gardu induk yang terletak di daerah tertentu. Biasanya menggunakan tegangan tinggi (70-150 kv) ataupun tegangan extra tinggi (500 kv) dalam penyaluran tegangannya, hal dilakukan untuk berbagai alasan efisiensi, antara lain, penggunaan penampang penghantar menjadi efisien, karena arus yang mengalir akan menjadi lebih kecil, ketika tegangan tinggi diterapkan (Sakti, 2008:4)

2. Gardu Induk
Distribusi Dibagi menjadi dua bagian yaitu Gardu Induk dan Gardu Hubung :
a. Gardu Induk (GI)
Gardu induk berfungsi menerima daya listrik dari jaringan subtransmisi dan menurunkan tegangannya menjadi tegangan jaringan distribusi primer (Jaringan Tegangan Menengah/ JTM). Jadi pada bagian ini terjadi penurunan tegangan dari tegangan tinggi ataupun tegangan extra tinggi ke tegangan menengah 20 kv.
b. Gardu Hubung (GH)
Gardu hubung berfungsi menerima daya listrik dari gardu induk yang telah diturunkan menjadi tegangan menengah dan menyalurkan atau membagi daya listrik tanpa merubah tegangannya melalui jaringan distribusi primer (JTM) menuju gardu atau transformator distribusi.

3 Jaringan Distribusi Primer / Jaringan Tegangan Menengah (JTM)
Jaringan distribusi primer berfungsi menyalurkan daya listrik, menjelajahi daerah asuhan ke gardu / transformator distribusi. Jaringan distribusi primer dilayani oleh gardu hubung atau langsung dari gardu induk dan atau dari pusat pembangkit.

4 Gardu Distribusi (GD)
Gardu distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan primer (tegangan menengah) menjadi tegangan sekunder (tegangan rendah) yang biasanya 127/220 volt atau 220/ 380 Volt.

5 Jaringan Distribusi Sekunder/ Jaringan Tegangan Rendah (JTR)
Jaringan distribusi sekunder berfungsi untuk menyalurkan/ menghubungkan sisi tegangan rendah transformator distribusi ke konsumen mengunakan jaringan hantaran udara 3 fasa 4 kawat dengan tegangan distribusi sekunder 127/ 220 Volt atau 220/ 380 Volt. Kecuali untuk daerah-daerah khusus dengan pertimbangan keindahan, keselamatan dan keandalan yang tinggi dipergunakan sistem kabel bawah tanah. 6 Sambungan Rumah Pada sambungan rumah, biasanya tegangan yang diterima sebesar 110-400 volt, yaitu tegangan saluran beban menghubung kepada peralatan. Pada sambungan rumah, tegangan yang diterima disesuaikan antara 220/380 volt.

Klasifikasi Saluran Distribusi Tenaga Listrik, Secara umum, saluran tenaga Listrik atau saluran distribusi menurut nilai tegangannya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  •          Jaringan listrik Primer, Terletak pada sisi primer trafo distribusi, yaitu antara titik Sekunder trafo substation (Gardu Induk) dengan titik primer trafo distribusi. Saluran ini bertegangan menengah 20 kV. Jaringan listrik 70 kV atau 150 kV, jika langsung melayani pelanggan, bisa disebut jaringan distribusi.

  •          Jaringan listrik Sekunder, Terletak pada sisi sekunder trafo distribusi, yaitu antara titik sekunder dengan titik cabang menuju beban

Rabu, 06 Desember 2017

Gambar Jaringan Listrik Tegangan Menengah

Pernahkah anda melihat gambar jaringan listrik tegangan menengah?. Saya menyebutkan hal itu karena hal itu adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas sistem kelistrikan. Lebih tepatnya adalah kondisi dari konstruksi pada Jaringan distribusi tenaga listrik yang meliputi Jaringan listrik Tegangan Menengah (JTM), Gardu Distribusi, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan Sambungan Tenaga Listrik (Rumah/Pelayanan). Dalam pelaksanaan konstruksi Jaringan DistribusiTenaga Listrik, sebagian unit pelaksana Jaringan Tenaga Listrik yang disusun secara sendiri ‐ sendiri, hal ini mengakibatkan timbulnya beberapa standar yang berbeda dibeberapa tempat dikarenakan perbedaan sistim dan konsultan serta pelaksana konstruksi tersebut terdapat keberagaman baik dalam kriteria desain maupun model dan struktur konstruksinya yang disesuaikan dengan kondisi sistim kelistrikan setempat.

Selain itu secara teknis ada yang tidak lengkap, tidak konsisten dalam penerapannya dan belum seluruhnya disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan. Saat ini dalam pelaksanaan pembangunan dan pengembangan sistim distribusi pada unit unit PLN di hampir seluruh wilayah Indonesia mengacu pada salah satu standar engineering yang ada pada pengelolaan /standard PLN pada Distribusi Jawa Bali. Oleh Karena itu, perlu dibuat suatu standar konstruksi yang baik dengan kriteria desain yang sama dan mempertimbangkan perbedaan sistim, perkembangan teknologi serta tuntutan pelayanan. Kriteria disain standar konstruksi ini akan menjadi dasar. Standar Konstruksi Jaringan Distribusi yang akan disusun direncanakan dapat ditetapkanuntuk digunakan sebagai tipikal pedoman konstruksi.

Penggunaan system Tegangan Menengah sebagai jaringan utama adalah upaya utama menghindarkan rugi rugi penyaluran (losses) dengan kwalita spersyaratan tegangan yangharus dipenuhi Dengan ditetapkannya standar Tegangan Menengah sebagai teganganoperasi yang digunakan di Indonesia adalah 20 kV, konstruksi JTM wajib memenuhi kriteria enjinering keamanan ketenaga listrikan, termasuk didalamnya adalah jarak aman minimalantara Fase dengan lingkungan dan antara Fase dengan tanah, bila jaringan tersebut menggunakan Saluran Udara atau ketahanan Isolasi listrik jika menggunakan Kabel Udara PilinTegangan Menengah atau Kabel Bawah Tanah Tegangan Menengah serta kemudahan dalam hal pengoperasian atau pemeliharaan.

Lingkup Jaringan Tegangan Menengah pada systemdistribusi di Indonesia dimulai dari terminal keluar (out going) pemutus tenaga daritransformator penurun tegangan Gardu Induk atau transformator penaik tegangan pada Pembangkit untuk system distribusi skala kecil, hingga peralatan pemisah/proteksi sisi masuk (in-coming). Untuk lebih memahamkan anda tentang jaringan listrik tegangan menengah, dan juga konstruksi jaringan listrik tegangan menengah, saya akan melampirkan gambar jaringan listrik tegangan menengah sebagai suatu acuan konstruksi bagi pembuatan tiang jaringan listrik tegangan menengah. Seperti yang anda sering lihat bahwa tiang listrik memiliki berbagai bentuk, dan kegunaan. Di bawah ini adalah salah satu contoh gambar jaringan listrik tegangan menengah.






Konstruksi Jaringan Distribusi Tegangan Menegah merupakan rangkaian komponen yang terpasang membentuk satu kesatuan dalam konstruksi JTM.Komponen jaringan distribusi adalah semua material yang terpasang padakonstruksi jaring distribusiMaterial distribusi Saluran Udara Tegangan Menengah ( SUTM ), terdiri dari 2(dua) bagian, yaitu ; material distribusi utama (MDU) dan material pelengkap. Disebut dengan material distribusi utama karena, material tersebut fungsinya sangat penting pada konstruksi , sehingga merupakan bagian yang tidak bisa tergantikan. Sedangkan disebut material pelengkap, karena merupakan bagian pelengkap untuk menunjang pemasangan material distribusi utama pada suatu konstruksi. Sampai disini artikel saya dengan pembahasan jaringan listrik tegangan menengah. Semoga anda paham dengan pembahasan jaringan listrik tegangan menengah. Dan semoga gambar jaringan listrik tegangan menengah yang saya lampirkan, dapat menambah pemahaman anda tentang pembahasan ini.